Skip to content

PANANGGULANGAN HIV/AIDS DI TOBASA

1 April, 2007

Jika selama ini banyak pihak di Toba Samosir yang masih menganggap bahwa masalah HIV/AIDS masih merupakan masalah yang “nun jauh di sana”, maka sekarang, kita harus sadar bahwa ternyata masalah itu sudah “ada diantara kita”, di tengah-tengah keluarga kita, bahkan mungkin suatu saat “sudah masuk ke dalam rumah kita”.

Menurut laporan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara pada bulan Mei 2004, di Kabupaten Toba Samosir telah dijumpai sebanyak 12 (duabelas) kasus HIV positif dan dengan demikian Kabupaten Toba Samosir menjadi daerah yang terbanyak kedua di Sumatera Utara kasus HIV positif setelah Kotamadya Medan (115 kasus). Pada bulan Agustus 2004 telah tercatat ada 18 kasus HIV/AIDS di Tobasa, akan tetapi dalam waktu singkat yakni Mei 2005 telah terjadi lonjakan kasus yaitu bertambahnya sebanyak 29 kasus baru di Kabupaten Tobasa.
Informasi dari Dinas Kesehatan Pebruari 2007, kasus HIV/AIDS ada sebanyak 52 kasus, namun pada kondisi Maret 2007 menurut informasi yang diperoleh dari Komite HIV/AIDS&Nafza HKBP, jumlah kasus HIV/AIDS di Tobasa sudah 59 orang

Melalui Dialog Publik II Tobasa; Thema “ADA HIV/AIDS DIANTARA KITA” Laguboti 29 September, 2005, telah terbangun komitmen bersama pemerintah, Kepolisian, DPRD dan masyarakat untuk mendukung dan melaksanakan program dan strategi pelaksanaan penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Tobasa.

Penguatan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Tobasa

Pada pertemuan Regional II Koordinasi dan Pengelolaan Program Akselerasi Penanggulangan HIV/AIDS, di Jakarta 13-15 April 2005, yang dilaksanakan KPA Nasional, kami melihat komitmen pemerintah pusat untuk penanggulangan HIV/AIDS sudah meletakkan garis kebijakannya.
Program KPA Nasional yang didukung oleh berbagai NGO Internasional telah melakukan penguatan untuk KPA Daerah seluruh Indonesia dan mengkhususkan penguatan bagi 100 Kabupaten/Kota yang dianggap perkembangan penularan HIV/AIDS dalam peringkat tertinggi, termasuk Kabupaten Toba Samosir.
KPA diharapkan dapat melakukan akselerasi progam pemerintah daerah, Lembaga Sosial, Agama dan NGO yang telah melakukan aksi ataupun memiliki komitmen dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Untuk itu dengan secara sadar, sebagaimana di tingkat Nasional KPA diketuai Menko Kesra, di Kabupaten Kota diharapkan dapat diketuai setingkat Bupati atau Wakil Bupati. Ini penting untuk memperkuat kelembagaan dan konsistensi akselerasi dan dukungan anggaran dalam menjalankan program kerjanya. Keseriusan ini telah dituangkan dalam Peraturan Presiden No 27 tahun 2006.

Sebelumnya, Komite HIV/AIDS&Nafza HKBP sudah melakukan aktivitas penanggulangan HIV/AIDS di Tobasa. Dengan Komitmen Pemerintah daerah, terbentuklah KPA dan kegiatan penanggulangan semakin mendapat dukungan dengan hadirnya Bina Insani dan Medan Plus yang sudah berpengalaman dalam penanganan HIV/AIDS.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: