Posted on 19 Desember, 2008 by pamita
Limantina Sihaloho
Di salah satu pojok Taman Bunga Pematang Siantar di sisi barat, terdapat sebuah spanduk yang memberikan informasi bahwa Pesta Rondang Bintang tahun ini berlangsung di Parapat, tepi Danau Toba, pada tanggal 11-14 Desember. Mengapa Parapat lalu menjadi tempat pavorit untuk pesta yang sejatinya berasal dan menjadi milik asli Tanah Simalungun ini?.
DIarsipkan di bawah: Buadaya, Opini | Leave a Comment »
Posted on 29 Mei, 2008 by pamita
Monang Naipospos
Ketiga perkataan ini sering dibicarakan tingkat elit di negeri ini. Bila perkataan “petani” dan “koperasi” berkaitan dengan penyusunan anggaran dan kebutuhan politik, akan tetapi “bonsai” merupakan hobby atau bahan koleksi.
DIarsipkan di bawah: Opini | 1 Komentar »
Posted on 12 Maret, 2008 by pamita
Limantina Sihaloho
Pada hari libur nyepi yang baru saja lalu, saya terkesiap membaca berita dalam sebuah harian lokal yang memberitakan bahwa Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) di Pematang Siantar mengadakan ibadah dalam rangka penguatan bagi salah seorang calon gubernur Sumut. Dalam gambar, seorang pendeta berdiri di samping seorang pendeta lainnya yang sedang berbicara (berkotbah?) [...]
DIarsipkan di bawah: Agama, Opini | 3 Komentar »
Posted on 11 Februari, 2008 by pamita
Monang Naipospos
Dari data Sensus Pertanian 1983-1993, setiap tahun lahan pertanian yang dikonversi di Indonesia mencapai 40.000 hektar. Kalau setiap hektar biasanya menghasilkan 5 ton gabah, maka pada tahun 1993 kita sudah kehilangan produksi sebesar 2 juta ton. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa luas lahan pertanian yang dikonversi kira-kira dua kali lipat dari yang terjadi satu dasawarsa [...]
DIarsipkan di bawah: Lingkungan, Opini | 2 Komentar »
Posted on 6 Februari, 2008 by pamita
Monang Naipospos
Simalakama petani sudah sejak lama terasa. Mau jadi petani benar, berbagai persoalan menerpa. Produksi melimpah harga tidak menentu, harga paspasan, biaya produksi mencekik. Bila harga dan biaya produksi bisa diupayakan, sarana pengolahan pertanian tidak ada.
DIarsipkan di bawah: Opini | 2 Komentar »
Posted on 11 Januari, 2008 by pamita
Imran Napitupulu [Walau sudah 53 Tahun Merdeka]
Desa Panamean, Kecamatan Uluan, Kab. Tobasa, merupakan sebuah desa terpencil. Akses transportasi hanya bisa dicapai melalui danau Toba dengan naik kapal, menelusuri pinggiran danau. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam perjalanan dari kota Balige.Walau sudah 53 tahun merdeka, namun warga desa ini seperti masih belum merasakan arti kemerdekaan sesungguhnya. [...]
DIarsipkan di bawah: Jurnal, Opini | 6 Komentar »
Posted on 12 Agustus, 2007 by pamita
Merintis masa depan Weltanschauung Batak.Makalah yang disampaikan Mgr. Dr. Anicetus B. Sinaga OFM Cap. Pada Seminar Penguatan Forum Komunikasi Tokoh masyarakat Kabupaten Samosir, Pangururan 09 Agustus 2007
Banyak penduduk Ranah Batak, sekarang ini, meresahkan bagaimana masa depan identitas Habatakon. Di masa pemerintahan Si Singa Mangaraja XII 1875-1907, Habatakon menikmati keutuhan kedaulatan, kebudayaan dan keagamaan. Tetapi sekarang [...]
DIarsipkan di bawah: Agama, Buadaya, Opini | 2 Komentar »